Minggu, 06 November 2011

Obesitas atau Kegemukan

OBESITAS ATAU KEGEMUKAN
Obesitas atau kegemukan mempunyai pengertian yang berbeda-beda bagi setiap orang. Pada kebanyakan wanita dan pria. obesitas berarti kelebihan berat badan (BB) jauh melebihi berat yang diinginkan. Terkadang kita sering dibuat bingung dengan pengertian obesitas dan overweight, padahal kedua istilah tersebut mempunyai pengertian yang berbeda. Obesitas (kegemukan) adalah suatu keadaan dimana terjadi penumpukan lemak tubuh yang berlebih, sehingga BB seseorang jauh di atas normal dan dapat membahayakan kesehatan. Sementara overweight (kelebihan berat badan) adalah keadaan dimana BB seseorang melebihi BB normal.


Bagi kaum perempuan, obesitas dianggap sebagai salah satu penyakit yang ditakuti. Kenapa? Karena perempuan dengan obesitas, cenderung merasa tidak percaya akan dirinya. Penampilan fisik yang gemuk menjadi penyebabnya. Perempuan sering hingga merasa depresi akan apa yang dialaminya. Sejatinya, permasalahan obesitas tidak hanya itu saja. Masih banyak dampak yang dapat ditimbulkan bagi perempuan dengan obesitas, yang jauh lebih berbahaya, bahkan berisiko hingga menyebabkan kematian. Jadi, pencegahan maupun usaha menurunkan berat badan yang dilakukan tidak hanya mengubah penampilan fisik menjadi lebih ideal, tetapi juga mencegah dampak negatif yang bisa ditimbulkan dari obesitas.

Beberapa dampak berbahaya dari obesitas seperti :
1. Kesehatan reproduksi perempuan dengan obesitas dapat terganggu seperti terjadinya kista di indung telur (sindrom ovarium polikistik), kemandulan, gangguan menstruasi, gangguan masa kehamilan, dan meningkatnya kejadian aborsi.
2. Lebih rentan menderita penyakit jantung dan pembuluh darah, seperti hipertensi dan dislipidemia (gangguan kadar lemak, termasuk kolesterol dalam darah). Didapatkan bukti ilmiah, bahwa dengan penurunan berat badan, dapat memperbaiki tekanan darah dan kadar kolesterol dalam darah.
3. Obesitas merupakan salah satu faktor risiko terjadinya diabetes tipe 2. Pada beberapa kasus dengan hanya terdapat obesitas sendiri, tanpa faktor risiko yang lain, seseorang dapat menderita diabetes, sehingga dikatakan obesitas merupakan faktor risiko paling penting terhadap terjadinya diabetes.
4. Obesitas berkaitan dengan meningkatnya kejadian stroke karena cenderung terjadi penyempitan pembuluh darah otak akibat adanya tumpukan lemak.
5. Gangguan pernapasan yang dapat terjadi ialah munculnya keadaan sleep apnoe, berupa hambatan bernapas saat tidur. Hal ini terjadi akibat penyempitan saluran napas saat tidur dalam posisi terlentang. Dalam kondisi berat dapat terjadi kematian mendadak.
6. Gangguan otot dan tulang yang terjadi pada keadaan obesitas ialah seperti nyeri tulang belakang akibat penurunan aktivitas fisik, peningkatan timbunan lemak, dan penambahan beban mekanik pada tulang belakang. Obesitas juga berkaitan dengan terjadinya osteoartritis dan asam urat.
7. Dampak paling berbahaya ialah obesitas lebih berisiko menimbulkan kematian. Peningkatan kematian pada penderita obesitas ialah karena lebih berisiko mengidap penyakit yang mengancam nyawa seperti diabetes, penyakit jantung, penyakit kandung empedu, dan kanker saluran pencernaan.

Ada 3 faktor yg menyebabkan terjadinya obesitas:
1. Faktor Genetik. Kemungkinan terserang jadi meningkat 10% kalau kedua orang tua Anda gemuk. Hal ini disebabkan gula darah orang tua yang tinggi bisa menurun. Tapi, menurut Yusna, obesitas yang disebabkan faktor genetik lebih mudah dicegah, yaitu dengan menerapkan pola hidup sehat: makan sehat, istirahat cukup dan olah raga teratur.
2. Faktor Psikologi. Kebiasaan mengonsumsi makanan enak tapi tidak sehat lema kelamaan bisa membuat ketagihan (addicted). Tahu-tahu, lemak sudah menempel di pinggang, paha dan lengan.
3. Faktor Lingkungan. Gaya hidup serba instan biasanya erat kaitannya dengan kalori tinggi. Pekerjaan yang menumpuk juga bisa membuat Anda tidak sempat memperhatikan olahraga dan apa yang Anda makan. Pelarian dari stres dan depresi kerja biasanya ke makanan, kalau Anda sedang BT pekerjaan pasti maunya makan enak.

Berikut ini Tips cerdas mencegah obesitas:
1. Banyak Minum Air Putih dan Kurangi Minuman Bersoda yang mengandung banyak gula (4 kaleng soda per minggu bisa membuat berat badan naik 0,5 kg). Sementara air putih membantu melarutkan lemak dlam tubuh.
2. Perbanyak Serat Dari Buah dan Sayuran, yang akan melapisi dinding usus sehingga Anda akan lebih mudah cepat merasa kenyang.
3. Hindari Camilan Padat Kalori. Sudah saatnya Anda tahu bahwa gula yang terkandung dalam keripik kentang jauh lebih besar dari gula yang terkandung dalam sepiring nasi!
4. Keep Moving. Kalau malas bergabung dalam klub kebugaran, joging setiap akhir pekan bisa menjadi pilihan, biasakan menggunakan tangga daripada lift saat di kantor atau bersepeda ke kantor (bike-to-work) bisa menggantikannya.
5. Buat Target. Agar diet Anda semakin bersemangat. Anda perlu membuat target pencapaian, misalnya bulan ini bisa menurunkan berat badan 2 kg saja.
6. Ajaklah Teman/Pacar. Mereka bisa menjadi penyemangat Anda. Ajak mereka melakukan pola hidup sehat. Dijamin diet Anda menjadi mengasyikan dan tidak membebani.
7. Diet. Jika berat badan Anda mulai berlebih di atas batas normal, maka Anda perlu sedikit melakukan diet karbohidrat (nasi, keripik, kentang goreng), lemak (minyak, makanan yang digoreng, margarin) dan semua makanan yang diolah memakai gula (sirup, permen dan selai).
8. Pilih Makanan Pengganti. Daripada makan es krim yang berkalori tinggi, lebih baik pilih yogurt saja untuk camilan sehari-hari Anda. Karena, yogurt mampu menurunkan kolesterol darah, sehingga kesehatan jantung Anda tetap terjaga. Yogurt juga menjaga microflora yang berfungsi mencegah masuknya penyakit ke dalam saluran penceranaan Anda. Cukup mengonsumsi yogurt 1 atau 2 gelas sehari saja sudha cukup membantu Anda mencegah obesitas.

NB: jika teman2 merasa terbantu dengan informasi, silahkan untuk komentarnya.
"""""""Salam sehat buat kita semua""""""
by. Jeri )atria

1 komentar:

  1. nice info bro...berkunjung kemari bro..
    http://kingarif86.blogspot.com
    ad yang baru disini....

    BalasHapus